Ciri-ciri Mahasiswa Tingkat Akhir yang Tidak Wajib Kamu Ketahui


Semua mahasiswa pasti akan menjadi mahasiswa tingkat akhir nantinya. Namun ada yang berhasil cepat menyelesaikannya ada pula yang bertahan hingga semester - semester berikutnya ya begitulah namanya perjalanan hidup seorang mahasiswa. Walaupun begitu ada ciri-ciri mahasiswa tingkat akhir yang tidak wajib kamu ketahui. Ya, tidak wajib, karena memang nggak begitu penting. Yuk cus lanjut baca di bawah ini





Ciri-ciri Mahasiswa Tingkat Akhir yang Tidak Wajib Kamu Ketahui





1. Rambut kumal





Biasanya mahasiswa tingkat akhir tidak sempat merapikan rambutnya. Merapikan tulisan di lembar skripsinya saja sudah susah, apalagi harus merepotkan diri dengan berdandan yang tidak akan mengubah nasibnya ketika bertemu dosen pembimbing.





2. Baju Kusut





Selain rambut yang tidak terurus baju mereka juga tidak sempat mereka rapikan. Setrika pakaian membutuhkan waktu yang tidak sedikit, lebih baik mereka gunakan untuk merevisi skripsi mereka. Ya walaupun nantinya akan disalah-salahkan juga.





Mengapa tidak pakai jasa laundri?. Jasa tersebut membutuhkan biaya gengs, lebih baik uang untuk laundry digunakan untuk print kertas skripsi yang nantinya akan digunakan untuk media lukis dosen berupa coretan yang berseni tinggi.





3. Wajah Kusut





Hal ini bukan karena sedang ada masalah dengan pasangan. Namun karena capek begadang menulis hal yang sebenarnya dia juga tidak begitu paham. Selain capek karena begadang, ciri-iri mahasiswa akhir dengan wahaj kusut juga karena bolak balik ke kampus tanpa kepastian yang jelas kapan dosen pembimbing akan mau menemuinya. Capek hati capek fisik.





4. Kertas Skripsi





Selalu saja membawa kertas dengan jumlah yang banyak merupakan salah satu ciri-ciri kaum mahasiswa tingkat akhir yang sedang berusaha menuju masa depan yang lebih baik. Walau pada akhirnya kertas tersebut hanya berhenti menjadi bungkus tempe.





Baca Juga Cobalah Tips Kuliah Daring Anti Pusing Berikut Ini





5. Dompet tipis





Jangan ajak nongkrong mahasiswa semester akhir, karena dompet mereka sedang tipis setipis-tipisnya. Dompet tipis bukanlah karena teknologi dari dompet yang membuat seakan-akan dompetmu tipis, namun karena memang tidak ada isinya selain KTP, SIM dan KTM. uang langsung mengalir begitu saja untuk mengeprint kertas skripsi yang jumlahnya tidak sedikit.





6. Merenung diri





Banyak sekali masalah yang dihadapi oleh seorang mahasiswa tingkat akhir. Oleh karena itu mereka sering merenung diri. Mungkin mereka sedang berfikir “kapan aku lulus”. Atau sekedar bergumam memaki dalam hati. Karena apa? Ya kalian akan merasakannya sendiri.





7. Rajin ke perpustakaan





Nah kalau yang ini pasti akan dilakukan banyak mahasiswa tingkat akhir, kecuali mereka yang membeli skripsi. Ke perpustakaan bukan hanya menjadi salah satu cara untuk mencari referensi dalam pembuatan skripsi, namun juga bisa menjadi ajang untuk melepas penat atau sekedar bengong melihat buku dan laptop yang menyala.





8. Rajin Beribadah





Selain berusaha untuk menyelesaikan skripsi, tentu saja mahasiswa tingkat akhir melakukan usaha lain, yaitu berdoa. Coba lihat teman mu gengs yang tadinya tidak pernah beribadah tiba-tiba beribadah sangat sering. Bisa jadi mereka sedang tertekan oleh dosen pembimbing yang tidak segera meng-ACC skripsi mereka. Namun bisa juga sih karena masalah lain. Tanyain saja dulu sebagia teman yang peduli.





Begitulah beberapa ciri-ciri mahasiswa tingkat akhir. Walau tidak terlalu penting, namun hal ini memang tidak akan mempengaruhi hidup kalian. Jadi tidak usah terlalu dipikirkan. Yang penting, untuk mahasiswa baru persiapkan diri kalian karena perkuliahan bukan sesuatu yang mudah. Dan untuk mahasiswa tingkat akhir, selalu berusaha jangan pantang menyerah. Ingat, walaupun nanti kalian lulus langsung menjadi pengangguran, namun biaya perkuliahan tidak semurah cilok samping kampus.


Comments

Popular posts from this blog

7 Motivasi Mengapa Kamu Harus Mengikuti Organisasi Kampus

5 Tips Mendapatkan Beasiswa Untuk Mahasiswa

Contoh Kata Pengantar yang Baik dan Benar